Gangguan Makan Pica: Kebiasaan Mengonsumsi Benda-Benda Bukan Makanan

 


Masalah Kesehatan Makan Pica: Konsumsi Rutin Non Makanan Masalah Makan pica adalah salah satu jenis masalah makan berupa nafsu makan dan nafsu makan pada benda atau zat yang bukan makanan atau mungkin tidak memiliki nilai gizi. Masalah makan ini bisa terjadi pada siapa saja, namun paling sering dirasakan oleh sebagian anak, ibu hamil, dan pengidap gangguan intelektual.


Orang yang menderita masalah makan pica bisa mengonsumsi beberapa hal yang tidak berisiko, seperti es batu; atau mereka yang berisiko terhadap kesehatan, misalnya pecahan cat kering atau potongan logam. Pola makan seperti ini bisa dianggap sebagai masalah makan pica jika sudah berjalan minimal 1 bulan.


membidik artikel utama di bulan oktober Pada beberapa anak, masalah makan pica cuman hanya berfungsi untuk anak di atas usia dua tahun. Masalahnya, rutinitas menggigit atau memasukkan benda asing ke dalam mulut anak di bawah usia dua tahun merupakan bagian dari perubahan anak, sehingga tidak dipandang sebagai masalah makan pica.


Tanda-tanda Masalah Makan Pica


Penderita masalah makan pica umumnya senang mengkonsumsi beberapa hal seperti:


- Es batu

- Rambut

- Debu

- Pasir

- Lem

- Kapur

- Clay

- Fragmen cat

- Sabun mandi

- Abu rokok

- Puntung rokok

- Feses / feses


Kecuali untuk pilihan makanan yang tidak biasa, pasien dengan makan pica mungkin juga mengalami:


- Masalah pencernaan, seperti sakit perut, mual, dan kembung

- Masalah sikap

- Gangguan kesehatan lainnya, seperti sangat kurus dan lelah karena anemia dan gizi buruk


[H3] Memicu Masalah Makan Pica [/ H3]


Hingga saat ini pemicu masalah makan pica belum diketahui secara pasti. Namun, ada banyak hal yang dapat meningkatkan risiko seseorang menderita kondisi ini, di antaranya:


- Usia beberapa anak

- Kehamilan

- Masalah perubahan, seperti autisme atau retardasi psikis

- Masalah kesehatan psikis, seperti gangguan obsesif kompulsif (OCD) atau skizofrenia

- Kekurangan nutrisi tertentu, seperti zat besi dan seng

- Masalah-masalah ekonomi

- Pelecehan


Pada beberapa anak dan ibu hamil, masalah makan pica biasanya hanya bersifat sementara dan bisa sembuh tanpa perlu penyembuhan. Namun, masalah makan pica juga bisa berlangsung dalam jangka waktu yang lama. Hal ini umumnya dirasakan oleh penderita gangguan kesehatan psikis.


Analisis Masalah Makan Pica

Sebelum menangani masalah makan pica, dokter akan menanyakan tentang kebiasaan makan dan masalah yang ditimbulkannya, serta melakukan pemeriksaan fisik. Jika perlu, dokter mungkin melakukan tes darah untuk melihat apakah pasien kekurangan zat besi atau seng.


Umumnya penderita makan pica akan datang ke dokter bila mengalami masalah karena pola makannya, bukan karena pola makannya. Oleh karena itu, penderita masalah makan pica dituntut jujur ​​dan terbuka dengan dokter mengenai hal-hal yang bukan merupakan makanan yang sering disantap.


Peran pendamping atau orang tua penting dalam masalah ini, terutama jika penderita makan pica adalah beberapa anak dan orang dewasa dengan keterbatasan psikis atau kemampuan komunikasi yang buruk.


Mengatasi Masalah Makan Pica

Mengatasi masalah makan pica umumnya diawali dengan menyembuhkan gejala yang dirasakan akibat konsumsi bahan atau zat bukan makanan. Misalnya, jika pasien mengalami keracunan timbal akibat memakan pecahan cat, dokter akan meresepkan obat untuk menghilangkan timbal melalui urine.


Untuk sesaat bila gangguan makan disebabkan oleh kekurangan gizi, dokter mungkin akan meresepkan vitamin atau mineral tambahan, misalnya suplemen zat besi dan vitamin C untuk mengatasi kekurangan zat besi.


Selain itu, dokter akan menilai pasien secara psikologis untuk menentukan apakah dia memiliki kondisi kesehatan psikis tertentu, seperti gangguan obsesif kompulsif (OCD) atau autisme.


Jika ada masalah dengan kesehatan psikis, dokter akan meresepkan pengobatan atau terapi yang sesuai atau merujuk pasien ke psikolog. Dengan demikian, diharapkan sikap konsumsi benda atau zat yang bukan makanan dapat menyusut dan menghilang.


Dalam jangka waktu yang lama, masalah makan pica dapat berdampak buruk pada kesehatan, dimulai dengan infeksi parasit, buang air besar, dan keracunan. Oleh karena itu, jika Anda kesulitan makan pica atau mengenal orang yang mencicipinya, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan psikiater atau psikolog.

Mga sikat na post sa blog na ito

The New York Times first reported the news of the show’s cancellation.

Cops mentioned an unique examination discovered even more little one misuse product on digital units supposedly possessed due to the male,

The rates at which regulated banks could borrow